Instruction

Tuesday, January 27, 2015

Indonesia Belum Siap Jadi Tujuan Studi Asing

www.pokerwalet.com | Agen Judi Poker Dan Domino Online | Poker dan domino Online | Poker Online Indonesia | Agen Poker Terpercaya |


SALAH satu kendala minimnya mahasiswa asing di Indonesia adalah rumitnya perizinan. Namun bagi pemerintah, penyebabnya adalah belum siapnya Indonesia menjadi negara tujuan studi mahasiswa asing.


Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad mengatakan, Indonesia harus realistis belum dapat menjadi destinasi pendidikan karena kualitasnya yang masih belum baik. Bahkan dia memprediksi, tiga hingga empat tahun ke depan Indonesia pun belum siap menjadi destinasi pendidikan.


Kendala kualitas inilah, menurut Hamid, yang menjadi alasan mengapa warga asing meragukan Indonesia dapat mendidik anaknya dengan bagus. Jangankan warga internasional, ujarnya, orangtua dari kalangan atas di Indonesia pun hanya mengincar sekolah yang berkualitas bagus untuk anak mereka. Mereka lebih memilih sekolah dengan kurikulum Cambridge untuk anak, padahal metode pengajarannya susah bukan main.


Hamid mengakui, pemerintah belum membuat kebijakan khusus seperti menerbitkan visa pendidikan agar makin banyak warga asing yang bersekolah di sini. Pasalnya, persoalan di dunia pendidikan Tanah Air saja masih luar biasa banyak. Maka, Kemendikbud pun hanya mendorong institusi pendidikan yang sudah berstatus satuan pendidikan kerja sama (SPK) seperti yang sudah dilakukan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) saja untuk memperbanyak siswa asing.


"Kayaknya sih belum ada (kebijakan khusus). Rencana pasti ada, tapi kita harus realistis bahwa persoalan internal kita saja masih belum beres," ungkapnya.


Sementara, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemenristek-Dikti Illah Sailah menyatakan, di Kemenristek-Dikti hanya ada program Darmasiswa untuk mengundang mahasiswa asing belajar budaya dan bahasa Indonesia. Selain itu, Ditjen Dikti memulainya dengan membuat kebijakan kolaborasi dengan institusi asing sehingga ada pertukaran pelajar antarbangsa. Salah satunya, program ASEAN International Mobility for Student (AIMS).


Dia pun mengapresiasi kreativitas dari masing-masing perguruan tinggi di Tanah Air untuk membuat program internasional dan mempromosikan kampus mereka di luar negeri. Illah mengungkapkan, dari sisi birokrasi administrasi seperti visa, belum ada kebijakan baru.


"Saya sepakat perlu ada visa pelajar agar jumlah mahasiswa asing dapat terus bertambah. Sekaligus, sebagai salah satu promosi bahwa Indonesia merupakan destinasi yang bagus bagi para pemburu sekolah," tutur Illah.


www.pokerwalet.com | Agen Judi Poker Dan Domino Online | Poker dan domino Online | Poker Online Indonesia | Agen Poker Terpercaya |

0 comments:

Post a Comment