Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, penurunan laju ekonomi ini karena International Monetery Fund (IMF) telah menurunkan pertumbuhan perekonomian global dari 3,8 persen ke 3,5 persen. Dia menjelaskan, baseline pertumbuhan tanpa extra effort diperkirakan akan mengalami penurunan 5,1 persen.
"Sehingga kami revisi yang baseline dari 5,3 persen ke 5,1 persen," ujarnya di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (27/1/2015).
Dia mengatakan, sebesar 0,5 persen diharapkan diperoleh dari hasil upaya Pemerintah melalui perbelanjaan realokasi dari pengalihan subsidi BBM. Realokasi tersebut, dikucurkan untuk perbaikan infrastruktur termasuk suntikan modal untuk beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Di samping effort kita untuk menambah foreign direct investment,"cetusnya.
Selain itu, Bambang mengatakan untuk tambahan 0,1 persennya diharapkan dari imbas positif kuantitatif easing yang dilakukan oleh Eropa.
"Dalam pandangan kami paling tidak dapat menetralisir dampak negatif yang mungkin muncul dari kenaikan suku bunga di Amerika. Sehingga barangkali akan lebih baik berdampak positif bagi Indonesia," pungkasnya.











0 comments:
Post a Comment